Meniti Kedewasaan

Meniti Kedewasaan

.

Cepat benar kaki melangkah

berjalan menuju di mana saja adanya arah

lantas berpaut pada tiang bila lutut mulai lemah

landai sejenak, akur pada perjalanan agak payah.

.

Titian di hadapan tidak sedikitpun retak  untuk diseberangi

tiada sedikit cela untuk diharungi

cuma tercalit sekelumit cereka di atasnya

agar penunggang berhenti seketika, membaca

agar peneroka sedar akan hadirnya suatu cerita

dalam setiap langkah titian.. menuju di mana katanya ada desa.

.

Setiap cereka yang terselit indah antara mata dan bibir

pasti runtun jadi titisan air atau senyuman manis yang terukir

biarkan saja ia

andai di situ jadi tempat terselitnya impi rahsia

dalam meniti titian dewasa

kita belajar kepayahan itu adalah sebuah cerita

kesenangan itu kadang-kadang tidak bisa diteka wujudnya bila.

.

Titian dewasa ini tebal helaiannya

banyak benar cerekanya

diolahnya pelbagai duka, diselitnya canda gelak tawa

perlahan-lahan ia mengajar kita

tawa itu bukan semata untuk jenaka

keluh itu bukan sekadar bagi yang berduka.

.

Seperjalanan meniti titian ini

bukan usia menterjemah dewasa

bukan uratan di muka katakan ia tua

namun bila adanya ribut melanda, lantas kita jadi dewasa..

.

.

tomyamfan; Meniti Kedewasaan
June 17th, 2012

2 responses to this post.

  1. dop seko saim aku sore ni bijop berpuitis :)

  2. Posted by tomyamfan on June 18, 2012 at 17:11

    haha..dae mari mood jiwang gak, maka tertulislah kata2 berbelit ini… once in a while, when d heart feels like talking..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: